Indonesia

Militer Indonesia

Militer IndonesiaIndonesia – Setelah Kemerdekaan RI diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, berselang dua bulan Presiden Soekarno membentuk Tentara Keamanan Rakyat pada 5 Oktober 1945 yang kini menjadi hari jadi TNI. Tentara Keamanan Rakyat ini mengalami beberapa kali perubahan nama sebelum kemudian kini kita kenal sebagai Tentara Nasional Indonesia.

Sejak zaman kolonial, Indonesia sudah dikenal dengan kemampuan militernya yang legendaris. Mulai dari peralatan sistem senjata (Alutsista) modern dan terkenal, sampai sepak terjang pasukan khususnya. Sebuah situs yang membahas kekuatan militer dunia, Global Fire Power merilis sebuah data di situsnya bahwa pada tahun 2014 pasukan militer Indonesia menduduki peringkat 19 di atas semua negara di Asia Tenggara. Hebatnya, pada tanggal 15 Agustus 2015, pasukan militer Indonesia naik ke 12 mengungguli Australia dan Italia yang dapat dikatakan maju dalam hal teknologi dan pengetahuan.

Sampai saat ini pun kekuatan militer Indonesia terus meningkat dan mengalami beberapa reformasi. Salah satunya adalah penambahan beberapa alutsista seperti Super Tucano yang diproyeksikan akan masuk ke dalam formasi militer pada 2018. Modernisasi dan peningkatan kekuatan militer dilakukan agar Indonesia dapat mewujudkan keamanan nasional dan senantiasa aktif berpartisipasi dalam operasi gabungan dengan negara-negara sahabat.

Pasukan Khusus Komandan berada di sepertiga bagian bawah SAS Inggris dan MOSSAD Israel. Seperti orang Amerika yang tidak menempatkan satu perwakilan di peringkat pertama situs Global Fire Power. Ini karena pasukan elit Amerika lebih mengandalkan teknologi daripada kemampuan dan kemampuan masing-masing tentara itu sendiri. Inilah serangkaian prestasi yang membanggakan militer Indonesia berkelas di mata dunia.

Discovery Channel Millitary edisi Tahun 2008 menayangkan pasukan elit terbaik dunia. Pasukan-pasukan elit dari seluruh dunia diukur kemampuannya dari performa dan keahliannya (bukan dari teknologi militernya). Menurut kanal tersebut, Kopassus masuk ke dalam peringkat tiga besar pasukan elit dunia karena prestasi dan kemampuannya dibandingkan dengan pasukan elit dari beberapa negara lain.

Narator dari Discovery Channel Military menjelaskan mengapa pasukan khusus dari amerika tidak masuk peringkat terhormat. Itu karena mereka terlalu bergantung pada peralatan yang mengusung teknologi super canggih, akurat dan serba digital. Pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Termasuk di dalamnya kemampuan bela diri, bertahan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap, dan lain-lainnya. Meski tergolong tertinggal dalam masalah alutsista dan teknologi persenjataaan, tentara nasional kita dengan kemampuan di atas rata-ratanya mampu membuktikan bahwa mereka adalah yang terbaik.

Pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina, Austria, Kopassus meraih peringkat dua dalam melakukan operasi militer strategis, seperti; intelijen, pergerakan, penyusupan, penindakan. Sementara, di urutan pertama adalah pasukan elite Amerika Serikat Delta Force. Saat itu 35 pasukan elite dunia ikut unjuk gigi di ajang tersebut.

TNI sering ditugaskan ke misi penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di Mesir sejak pertama kali pada tanggal 8 Januari 1957 di bawah pimpinan Letnan Kolonel Infantri Hartayo. Setelah itu, penjaga perdamaian militer bernama Garuda Contingent (Konga) telah mengerahkan lebih dari 30 kali untuk menjaga dan menjaga kedamaian dunia.

Menurut situs berita online Tempo 30 Mei 2017, para petembak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) kembali menjadi juara umum pada lomba tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017. TNI AD selalu menjadi juara umum sejak 2008 atau 10 tahun terakhir.

Kontingen TNI Angkatan Darat yang dipimpin Letnan Kolonel Infanteri Josep T. Sibabutar itu sebanyak 14 orang terdiri dari 4 orang sebagai official dan 10 orang petembak. Mereka telah kembali ke Indonesia. Mereka tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Minggu, 28 Mei 2017.
AASAM 2017 berlangsung di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia, 5-26 Mei 2017. TNI Angkatan Darat menjadi juara umum lomba tembak AASAM 2017 setelah meraih 28 medali emas, 6 medali perak, dan 5 medali perunggu di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan.

Dalam militer alusista atau alat utama sistem pertahanan memang penting. Tapi kesiagaan pasukan adalah salah satu faktor yang lebih diwaspadai musuh. TNI sendiri telah banyak mendapat suntikan alutsista dalam 1 dekade belakangan ini. Dan itu sudah lebih dari cukup menjadikan meningkatkan daya gentar TNI di kawasan Asean.

Related posts