Kekuatan militer Rusia

Pertahanan Negara Korea utara

daftarnegaraterkuat.web.id – Militer Rusia di perkirakan akan Semakin kuat pada 2035 mendatang. Russia adalah negara berdaulat yang dengan jumlah penduduknya terbanyak ke sembilan di dunia.

Baca juga : Perang Pecah pada Tahun 2020

Rusia adalah negara terluas di dunia. Wilayahnya mencakup seperdelapan luas daratan bumi, penduduknya menduduki peringkat kesembilan terbanyak di dunia dengan jumlah sekitar 146 juta jiwa (Maret 2016). Wilayahnya membentang sepanjang Asia Utara dan sebagian Eropa timur,

Rusia memiliki 11 zona waktu dan wilayahnya terdiri dari berbagai tipe lingkungan dan tanah. Dari barat laut sampai ke tenggara, Rusia berbatasan dengan Norwegia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania dan Polandia (keduanya berbatasan dengan Kaliningrad Oblast), Belarusia, Ukraina, Georgia, Azerbaijan, Kazakhstan, China, Mongolia, dan Korea Utara. Negara ini berbatasan laut dengan Jepang di Laut Okhotsk dan negara bagian Alaska, Amerika Serikat di Selat Bering.

Moskow kini sedang membangun kembali militernya, meninggalkan persenjataan kuno Uni Soviet dan beralih kepada teknologi modern. Akhir Mei lalu, Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) di Washington, Amerika Serikat mengadakan diskusi mengenai program persenjataan militer Rusia dan bentuk Angkatan Bersenjata Rusia pada tahun 2035. Berikut gambaran masa depan militer Rusia.

Baca juga : Mencegah terjadinya Perang Dunia III

Para ahli mengemukakan bahwa kemampuan militer Rusia di masa depan akan sangat bergantung pada seberapa berhasil Moskow meninggalkan senjata era Soviet dan menggantinya dengan persenjataan modern. Sementara itu, mereka sepakat bahwa Rusia membuat kemajuan dalam modernisasi kekuatan militernya dan tidak hanya bergantung pada pencegahan nuklir.

Diskusi tersebut melibatkan Michael Kofman, spesialis urusan militer Rusia di Center for Naval Analysis, Tomas Malmlöf, seorang ilmuwan politik dari Swedish Defense Research Agency (FOI) dan Olga Oliker, direktur CSIS untuk program Rusia dan Eurasia.

Drone dan Robot

Menurut Kofman, Rusia saat ini berada di belakang Barat dalam hal teknologi tak berawak (drone), namun Moskow banyak berinvestasi ke industri ini.

Dibandingkan dengan militer Barat, Rusia jauh kurang fokus pada pesawat tempur drone besar. Sebaliknya, Rusia berfokus pada pesawat murah dan sekali pakai yang bisa digunakan untuk pengintaian untuk fokus pada pengembangan untuk artileri berat.

Orang-orang Rusia “mencoba mengaktifkan senjata tembak permukaan-ke-permukaan,” kata Kofman. “Dari sana, mereka dengan cepat mulai mengadaptasi pesawat tak berawak seperti yang ingin dilakukan tentara Rusia. Angkatan Darat Rusia ingin bertarung dengan senjata api yang membuat lawan-lawannya gentar.”

Malmlöf memperkirakan bahwa selama periode antara 2026-2035 Rusia dapat mengubah tank T-14 Armata menjadi sepenuhnya digerakkan oleh robot. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia telah mengumumkan sebuah rencana untuk mulai mengembangkan versi tank tak berawak.

Related posts