Nuklir Dijadikan Sumber Tenaga Negara

Nuklir Dijadikan Sumber Tenaga Negara

Daftarnegaraterkuat.web.id Nuklir adalah salah satu pembangkit tenaga yang memiliki kemampuan untuk meratakan suatu negara dalam satu kedipan mata. Berikut ini adalah daftar negara yang menggunakan nuklir sebagai sumber tenaga.

1. Rusia
Pada awal tahun 2019, tumpukan hulu ledak nuklir Rusia diperkirakan mencapai 6.490. The Federation of American Scientist (FAS) memperkirakan Negeri Beruang Merah memiliki 4.490 hulu ledak nuklir aktif dan 2.000 lain yang sudah dipensiunkan.
Sementara berdasarkan traktat START yang baru disepakati pada Maret antara Rusia dan AS, pemerintahan Presiden Vladimir Putin menempatkan 1.461 hulu ledak nuklir strategis di peluru kendali antar benua, kapal selam dan pesawat pengebom.

2. Amerika Serikat
Jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki oleh Negeri Paman Sam hingga awal Juli dilaporkan mencapai 6.185. Jumlah itu termasuk 3.800 yang masih aktif dan 2.385 yang sudah tidak beroperasi. Sementara 1.365 hulu ledak nuklir milik AS ditempatkan di 656 peluru kendali antar benua, kapal selam dan pesawat pengebom.

3.Prancis
Sebagai negara Eropa yang memiliki kuasa, Prancis juga mempunyai kekuatan nuklir. Hingga Juli 2019, total 300 hulu ledak nuklir dimiliki oleh pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

4. Tiongkok
Tiongkok tidak ketinggalan dalam pengembangan teknologi senjata nuklir. Negeri Tirai Bambu diketahui memiliki sekitar 290 hulu ledak nuklir. Namun tidak diketahui hulu ledak tersebut ditempat di senjata strategis apa yang dimiliki Tiongkok.

5. Inggris
Negeri Ratu Elizabeth tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi nuklir. Jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki Inggris diketahui mencapai 200 buah. Dari sekitar 120 hulu ledak strategis, 40 diantaranya ditempatkan di kapal selam yang dilengkapi peluncur rudal antar benua.

6.Pakistan
Pakistan tidak pernah menandatangani traktat NPT dan bersama dengan India, mereka diketahui memiliki senjata nuklir. Hingga saat ini jumlah hulu ledak nuklir Pakistan diperkirakan mencapai 150 hingga 160.

7. India
India bersama dengan Pakistan merupakan negara tetangga yang kerap terlibat ketegangan. Keduanya juga memiliki senjata nuklir. India pertama kali melakukan uji coba ledakan nuklir pada 1974 yang memicu Pakistan memperkuat program nuklirnya. Kedua negara pada 1998 juga memperlihatkan kemampuan senjata nuklir yang berpotensi pada krisis.
India hingga saat ini diperkirakan memiliki 130 hingga 140 hulu ledak nuklir. Tidak diketahui dimana hulu ledak tersebut ditempatkan.

Baca Juga : Pasukan Khusus Indonesia Yang Ditakuti

8. Israel
Israel menjadi satu-satunya negara Timur Tengah yang jelas diketahui memiliki senjata nuklir. Tetapi Israel tidak pernah melakukan uji nuklir secara publik maupun mengakui atau tidak mengenai kepemilikan hulu ledak nuklir. Tetapi diperkirakan Israel memiliki 80 hingga 90 hulu ledak nuklir.

9. Korea Utara
Jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki oleh Korea Utara diperkirakan mencapai 20 hingga 30 buah. Sementara material fisil yang dimiliki mencapai 30 hingga 60. Hingga saat ini Korut diduga memiliki 20 hingga 40 kilogram plutonium dan 250 hingga 500 kilogram uranium yang sudah diproses pengayaan. Perkiraan dari tiap material fisil nuklir yang dihasilkan bisa membuat enam hingga tujuh senjata nuklir tiap tahunnya.

10. Iran
Iran saat ini menjadi sorotan dunia terutama mengenai program nuklirnya dan ketegangan yang terjadi dengan Amerika Serikat. Berdasarkan implementasi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang disepakati Iran dengan enam negara besar, diketahui bahwa Negeri Mullah memiliki program nuklir yang bisa dikembangkan sebagai senjata nuklir. Tidak diketahui berapa jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki Iran, mengingat mereka selalu menegaskan bahwa program nuklirnya digunakan untuk kepentingen pemenuhin listrik rakyatnya.

Lembaga Energi Atam Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), pada 2003 menyimpulkan bahwa Iran tidak melakukan aktivitas nuklir untuk meningkatkan kapasitas material fisil nuklir. Pada Juli 2015, Iran dan enam negara besar melakukan negosiasi perjanjian jangka panjang untuk verifikasi dan secara signifikan mengurangi kapasitas memproduksi material senjata nuklir.

Sebagai bagian dari perjanjian, IAEA dan Iran melakukan penyelidikan atas aktivitas nuklir di masa lalu. IAEA menyimpulkan Iran melakukan aktivitas nuklir untuk mengembangkan senjata nuklir hingga 2003. Beberapa aktivitas itu berlanjut hingga 2009, tetapi tidak ada indikasi upaya mengembangkan menjadi senjata nuklir berlangsung setelah 2009 hingga saat ini.

Related posts